Jam berapa sekarang?

Visitors

free counters
Membacaitubagus. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Chatting Here...

Membaca Itu Bagus

Jumat, 09 Juli 2010

NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In Indonesia!!!

by M_Yazid  |  in Wow at  7/09/2010 04:08:00 AM

  submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to del.icio.us   

Adalah Warsito P. Taruno yang mengembangkan ECVT, bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya). Dia lantas melakukan riset di Laboratorium of Molecular Transport di bawah bimbingan Profesor Shigeo Uchida.

Tidak itu saja, Warsito melalui Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang didirikannya telah memproduksi Robot bernama Sona CT x001, sebuah Robot yang dibekali dua lengan untuk memindai tabung gas. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta. Perusahaan migas Petronas juga tertarik pada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Edwar Technology juga mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, denagn nilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.

">submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to digg
  submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to reddit   submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to facebook   submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to technorati   submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to slashdot   submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to Stumbleupon   submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to Windows Live   submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to squidoo   submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to yahoo   submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to google   submit '[Wowh...!!!] NASA Ternyata Gunakan Teknologi Made In 
Indonesia, Gan..!!' to ask
Story URL

Tak dinyana. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) pun memakai teknologi buatan Indonesia, Yaitu teknologi pemindai atau Electrical Capacitance Volume Tomography (ECVT) temuan anak bangsa. ECVT adalah satu-satunya teknologi yang mampu melakukan pemindaian dari dalam dinding ke luar dinding seperti pada pesawat ulang-alik. NASA mengembangkan sistem pemindai komponen dielektrik seperti embun yang menempel di dinding luar pesawat ulang-alik yang terbuat dari bahan keramik. Zat seperti itu bisa mengakibatkan kerusakan parah pada saat peluncuran karena perubahan suhu dan tekanan tinggi.



Adalah Warsito P. Taruno yang mengembangkan ECVT, bermula dari tugas akhir Warsito ketika menjadi mahasiswa S-1 di Fakultas Teknik Jurusan Teknik Kimia, Universitas Shizuoka, Jepang, tahun 1991. Ketika itu pria kelahiran Solo pada 1967 ini ingin membuat teknologi yang mampu “melihat” tembus dinding reaktor yang terbuat dari baja atau obyek yang opaque (tak tembus cahaya). Dia lantas melakukan riset di Laboratorium of Molecular Transport di bawah bimbingan Profesor Shigeo Uchida.

Tidak itu saja, Warsito melalui Ctech Labs (Center for Tomography Research Laboratory) Edwar Technology yang didirikannya telah memproduksi Robot bernama Sona CT x001, sebuah Robot yang dibekali dua lengan untuk memindai tabung gas. Alat ini sudah dipesan PT Citra Nusa Gemilang, pemasok tabung gas bagi bus Transjakarta. Perusahaan migas Petronas juga tertarik pada alat buatannya. Kini mereka masih dalam tahap negosiasi harga dengan perusahaan raksasa milik pemerintah Malaysia tersebut. Edwar Technology juga mendapat pesanan dari Departemen Energi Amerika Serikat. Nilai pesanan lumayan besar, denagn nilai US$ 1 juta atau sekitar Rp 10 miliar.

3 komentar:

  1. penemuan yang hebat..tapi sayang tidak di kembangkan di dalam negri...apakah pemerintahan kita tidak mau memberi modal untuk experimen2 yang bisa menguntungkan untuk pemerintahannya sndiri...???

    BalasHapus
  2. penemuan yang hebat..tapi sayang tidak di kembangkan di dalam negri...apakah pemerintahan kita tidak mau memberi modal untuk experimen2 yang bisa menguntungkan untuk pemerintahannya sndiri...???

    BalasHapus
  3. yang penting ngisi kantong sendiri dulu.....

    BalasHapus

=================================================
PLEASE COMMENT..!!!
Di comment donk artikel menarik diatas....!!^^

Suatu tulisan akan menjadi baik jika mempunyai penggerak motivasi yang berupa Kritik, Saran dan lain-lain

Find Us On Facebook

Proudly Powered by Blogger.